ALAKADARNYA

ARTIKEL

Renungan : Lunturnya Nilai Nasionalisme Bangsa Indonesia

 

Kata guru sejarah saya, Ahmad Zainal Fachris, “Tanggal 16 Agustus 2009, waktu saya pertama kali diundang ke MPR untuk mendengarkan sidang MPR  yang pertama kalainya bagi saya, istri Megawati, Taufik Kemas tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya”. Betapa terkejutnya saya mendengarkan ucapan guru saya tersebut, bagaimana  menurut Anda ?  Benarkah sudah luntur nilai nasionalisme bangsa Indonesia. Ibaratnya orang jawa tetapi tidak mengerti bahasa Jawa (wong jowo tapi gak njawani). Ya itulah manusia memang tak ada manusia yang sempurna, tapi setidaknya mencoba berusaha menjadi sempurna.

Zaman dahulu, orang kuliah pada waktu MOS harus menghafalkan P4, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Pada waktu wisuda juga harus memiliki sertifikat P4. Kalau zaman sekarang kasarannya ngomong, agama islam tapi tidak mengetahui apa itu islam, sama juga seperti orang hafal 5 butir pancasila tapi pengamalannya NOL besar. Pada tahun 2014 mungkin pancasila bisa berganti dengan sila ke-1  Keuangan Yang Maha Esa, sila ke-3 Perpecahan Indonesia dan sila ke-5  Adil hanya untuk orang yang beruang .

Menurut Koran kemarin pada tanggal 29 Mei 2012 PBB mengecap Indonesia sebagai bangsa yang intoleran, beda dengan zaman dahulu bahwa Indonesia mendapat predikat bangsa yang cinta damai dan bertoleransi tinggi terhadap bangsa lain. Terbukti dengan kegagalan Lady Gaga manggung di Indonesia akibat tidak mendapat izin. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, gara-gara konser tersebut bangsa ini seakan ingin hancur. Kita bertengkar dengan sesama, kita saling melecehkan, kita saling mencerca, bahkan kita menghina agama dan bangsa kita sendiri.

Yang setuju dan mengagumi Lady Gaga tiba-tiba memberontak dan menyalahkan bahkan kalau kita baca-baca di media atau jejaring sosial dengan terang-terangan mereka menuliskan kalimat “SOK SUCI” kepada pihak yang tidak setuju dengan kehadiran Lady gaga di bumi pertiwi ini. Di pihak yang tidak setuju dan anti Lady Gaga dengan penuh kepercayaan dirinya merasa yang paling benar bahwa Lady Gaga sangatlah tidak cocok untuk bangsa Indonesia. Ke dua pihak seakan ingin merasa bahwa dirinya yang paling benar, hanya karena seorang Lady Gaga mereka saling menghujat, padahal mereka itu satau bangsa dan darah mereka masih “merah”, tulang mereka masih “putih” pula.

Bukannya saya tidak setuju ataupun setuju dengan konser Gaga tersebut, namun saya hanya mengamati ternyata betapa lupanya bangsa Indonesia dengan ideologi bangsanya sendiri. Sekarang, kita menjadikan bangsa barat sebagai panutan, padahal bangsa barat sangat tidak sesuai dengan ideologi bangsa kita. Nah ini yang menjadi PR bagi para penerus bangsa, terserah Anda mau melakukan apa yang penting setiap perilaku pasti ada konsekuensinya!. Semangat …. Jangan sampai menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang tidak beradap dan tidak memiliki masa depan yang cerah!.

Tagged , , , , , ,

About Putri Ambar Sari

Jangan Lelah untuk Belajar dan Berbuat Baik

View all posts by Putri Ambar Sari →

Related Posts

7 Comments

  1. udienroyJun 3, 2012 at 11:59 PM

    Memang bahwa semakin hari kehidupan manusia akan semakin sulit, manusai akan semakin lupa diri, ini seperti sudan suratan dunia, kita tak perlu heran, tunggu saja beberapa tahun ke depan, akan semakin parah dari yang sekarang, dan begitu seterusnya, dan tibalah saatnya di mana masa-masa yang saat itu tak ada lagi manusai yang beriman, dan tibalah waktunya hari kiamat, kita percaya hari kiamat itu akan tiba, jika manusia terus berbuat kebaikan maka tak ada hari kiamat, tapi ini hanya firasat saya saja, tidak untuk di percayai, kita semua merasakan, dalam negeri ini banyak prilaku-prilaku kejahatan, saling menghina agama, saling sikut, saling melecehkan, tak sadar bahwa apa yang dilakukan itu membuat tuhan murka, lalu datanglah bencana, terjadilah korban bencana, menderita, dan penderitaan ini bukan lagi ujian dar tuhan, karna kalau ujian berarti ada harapan hidup damai, tetapi ini penderitaan akibat murka tuhan jadi di nikmati saja, maaf jika komentar saya tidak berkenan,

  2. hanyJun 6, 2012 at 2:07 PM

    saya hanya bisa berharap semoga ada yang segera sadar gan,..:(

  3. tagantarJun 6, 2012 at 10:05 PM

    Memang sungguh mengerikan melihat negeri ini akhir 2x ini , rusuh sana -sini , bahkan tak jarang menimbulkan korban jiwa ,.. sungguh ironis memang ,… dari kenyataan yg ada di lapangan,, siapa yg kuat (berUANG) dialah yg berkuasa, berlomba-lomba tuk menghindar menjadi mangsa, dan seakan ingin menjadi serigala bagi manusia lain’nya !! :)

  4. Zuhdi TravelifeJun 8, 2012 at 2:47 AM

    menurut saya salah satu cara menumbuhkan rasa nasionalisme adalah dengan naik gunung! dengan melihat keindahan negeri ini dari dekat, akan tumbuh suatu perasaan cinta yang begitu hebat.. karena itulah sepanjang tahun, di puncak2 gunung di negeri ini selalu berkibar sang dwiwarna :)

  5. RandeeztJun 8, 2012 at 4:47 PM

    Para pemuda yang seharusnya nantinya jadi pemimpin bangsa malah sekarang gampang banget tersulut emosinya karena hal kecil, ini yang dimanfaatkan oleh negara lain untuk kepentingan mereka…

  6. NoerJun 17, 2012 at 8:51 PM

    Pengaruh teknologi di era modern ini paling tidak tetap memiliki andil dalam mengikis rasa nasionalme pada anak-anak muda indonesia sekarang ini. Kondisi ini, tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Untuk mencegahnya, diantaranya perlu melakukan revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal pada masing-masing daerah…

Follow Me