ALAKADARNYA

ARTIKEL

Lautan Emosi Jiwa

Membaca judulnya aja, haduh sudah ngeri ana. Emosi jiwa, ya ya emosi jiwa. Setiap insan yang lahir pasti diberi anugerah yang namanya emosi. Eits… jangan buruk sangka dulu ya!, emosi bukan yang buruk-buruk saja lo, tergantung kita menggunakan emosi buruk atau emosi baik.

Seperti emosi saya ini, emosi saya yang saya realisasikan dengan coretan alakadarnya di blog milik sohib saya. Masa remaja oh masa remaja.. duhai masa remaja, katanya kau adalah  masa yang paling indah tapi kenapa kau menumpukkan tugas dimasa remaja ini sangat banyak. Andaikan kau tahu, bagiku ini teramat berat masa remaja!. Aku ingin terbang tanpa beban bersama angan-angan, eh..salah!.

Aku tak ingin terbang bersama angan-angan tapi aku ingin terbang dengan keterwujudan atas mimpiku. Setiap hari menghabiskan waktu hampir separo hari di lingkungan pendidikan yang terkadang mencekik leher, belum lagi tugas-tugas yang membuat pusing tujuh keliling, belum lagi nyampe rumah dimarahin ortu gara-gara pulang terlambat belum lagi si doi marah gara-gara terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri belum lagi belum lagi hutang belum terbayar dan masih banyak belum lagi. Masa remaja dimana janjimu, engkau berjanji masa remaja adalah masa yang paling indah seperti banyak ditulis-tulis di buku-buku pujangga tapi buktinya kau malah menyiksa aku dengan berbagai masalah yang menghabiskan keringat panas suhu tubuhku.

Emosi emosi..hah.. lautan emosi jiwa yang merasuk jiwa ini seakan menenggelamkan aku pada esensi kehidupan yang sebenarnya. Aku ini siapa sih? Masak sekarang aku berada di masa remaja?. Belum, masa remaja itukan masa dimana terjadi hal yang paling indah dimana aku hanya bersenang-senang tanpa ada beban seperti ini.

Emosi jiwaku terlalu dalam hingga akhirnya aku membuat perenungan diatas coretan software pengolah kata ini. Serasa hidup itu berat sekali dengan semua beban yang terasa, yah beban yang sebenarnya belum seberapa jika emosi baik yang menemani diri ini. Usia kita mungkin masih belasan, kita makan, minum, gaya hidup semua dipenuhi orang tua. Kurang apalagi sih?. Mau apapun tinggal minta kepada orang tua pasti akan dikasih kurang apalagi?. Apa gak sadar tuh orang tua kita membanting tulang hingga wajahnya semakin hari semakin keriput, tubuh kekarnyapun seakan mengisyaratkan seolah tak akan lama bertahan dimuka bumi. Astagfirullah.. betapa banyak aku mengeluh atas karunia-Mu duhai Rabb.. betapa banyak cercaan yang tak pantas aku alamatkan kepada-Mu Rabb hanya gara-gara impianku belum tercapai. Apa yang aku punya hingga aku berani mencerca-Mu duhai Rabbku, Sang Penguasa. Terimakasih Engkau masih memberi aku kesempatan untuk mengingat-Mu hingga detik ini Rabbi. Betapa banyak karunia yang Engkau karuniakan kepada Kami Ya Rabb. Irhamnna Ya Rabbi.

Halo..halo kawula muda, belum saatnya Anda-Anda ini mengeluh bahkan bukan belum saatnya tapi tak ada kata mengeluh. Masa remaja memang untuk istilah kerennya sekarang adalah Miss or Mr Galauers, entah bahasa mana itu galauers. Hehe.. memang Indonesia itu suka mengutip bahasa alias plagiator malahan plagiator dalam segala hal tanpa terkecuali kawula muda-mudinya ini loh. Sadar gak sih kita terlalu banyak mengikuti aliansi barat. Mulai gaya hidup, gaya berpakaian, etika dan norma-nrma seolah hanya berlaku jika ada yang menyuruhnya alias no kesadaran diri. masyaAllah.. kalau sudah begini haduh berapa tahun ke depan bagaimana bangsa bisa maju yah?, tunas-tunas bangsanya saja sudah pada layu bagaimana bisa tumbuh subur?. Ayo kita mulai menyirami diri ini dengan hal-hal yang positif sobat. Percayalah bahwa masa remaja itu adalah masa yang paling indah, masa dimana kita lagi hobi-hobinya mencari jati diri nah masa itu akan indah saat kita menyirami nafas yang tersisa dengan hal yang positif hingga akhirnya dikemudian hari nanti, kita menyadari indahnya perjuangan selama masa remaja. Believe it! Setiap orang pastinya memiliki cara tersendiri untuk menyirami dirinya sendiri. Sudah gak usah berpikir terlalu lama, ayo kita perbaiki diri kita sobat!, ingat kita itu turun ke bumi sebagai khafilah untuk menjaga bumi dan juga kita adalah calon duta besar bangsa untuk semuanya.

Sekian dan terima kasih sobat atas izinnya meluapkan segenap emosi jiwa ini.. semoga bermanfaat

Tagged , , , , , ,

About Putri Ambar Sari

Jangan Lelah untuk Belajar dan Berbuat Baik

View all posts by Putri Ambar Sari →

Related Posts

4 Comments

  1. Harmony MagazineApr 6, 2012 at 4:01 PMReply

    Kalo istilah dosen saya dulu (masih belum jaman istilah galau), itu namanya erosi jiwa. :D
    Itu akibat dari perhatian dan didikan orang tua yang tidak konsisten terhadap anaknya, sehingga mereka mencari figur lain sebagai panutan. Dan sayangnya, figur yang ada cenderung negatif.

    • puguh alakadarnyaApr 6, 2012 at 6:32 PMReply

      wahh betul juga gan , memang anak muda sekarang lebih memilih ke hal yang negatif, padahal masih banyak hal positif yang mereka lakukan …

  2. bhayoeMay 13, 2012 at 4:25 PMReply

    boleh dikiriman tentang emosi jiwa apa da bukubya?

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

Follow Me